majelis pertimbangan kode etik

Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Peran dan Fungsi Majelis Pertimbangan Etik Profesi Bidan

...Presiden Tahun1995 tentang pembentukan MDTK Tugas Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan (MDTK) adalah meneliti dan menentukan ada atau tidaknya kesalahan atau kelalaian dalam menerapkan standar profesi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. a. Tugas dan Wewenang MP2EPM Wilayah Pusat b. Tugas dan Wewenang MP2EPM Wilayah Propinsi c. Majelis Etika Profesi Bidan d. Badan Konsil Kebidanan... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Kode Etik Profesi Bidan

...an didukung semakin tinggi peran media baik media massa maupun elektronik dalam menyotori berbagai maslah yang timbul dalam pelayanan kebidanan, merupan hal yang perlu diperhatikan dan perlu didukung pemahaman bidan mengenai Kode Etik Profesi Bidan da Hkum kesehatan, dasar Kewenangan dan aspek legal dalam pelayanan kebidanan. Untuk itu dibutuhkan suatu pedoman yang komprehensif dan integratif tentang sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Kode Etik Bidan Indonesia

Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/ Mengkes/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Bidan, didalamnya terdapat Kode Etik Bidan Indonesia. Deskripsi Kode Etik Bidan Indonesia adalah merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi. Berikut... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Dimensi Etik dalam Peran Bidan

...ntuk praktik dan menguntungkan untuk tujuan). Dimensi kode etik, meliputi : Antara anggota profesi dan klien. Antara anggota profesi dan sistem keshatan. Anggota profesi dan profesi kesehatan. Sesama anggota profesi. Prinsip kode etik, terdiri dari : Menghargai otonomi. Melakukan tindakan yang benar. Mencegah tindakan yang dapat merugikan. Memperlakukan manusia dengan adil. Menjelaskan dengan benar. Menepati janji yang telah disepakati. Menjaga... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Maslah Etik Moral dan Dilema yang mungkin Terjadi dalam Pelayanan Kebidanan

...b moral terhadap keputusan yang diambil. Untuk menjalankan praktik kebidanan dengan baik tidak hanya dibutuhkan pengetahuan klinik yang baik, serta pengetahuan yang up to date, tetapi bidan juga harus mempunyai pemahaman isu etik dalam pelayanan kebidanan. Menurut Daryl Koehn dalam The Ground of Professional Ethics (1994), bahwa Bidan dikatakan profesional, bila menerapkan etika dalm menjalankan praktik kebidanan. Dengan memahami peran sebagai... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 1

Studi Kasus Kebidanan

...t sekret yang mukopurulent, tampak kotor, basah, lembab dan berbau, serta terdapat hiperemis didaerah sekitar vulva dan vagina. Kemudian setelah pemerilsaan, pada saat istirahat bidan yang memeriksa ibu tersebut pada sejawat bidan yang lain termaksud pada para mahasiswa calon bidan. Ada beberapa pertanyaan untuk menjadi bahan pertimbangan : Apakah tindakan bidan tersebut melanggar kode etik. Bagaimana seharusnya tindakan bidan dalam menjamin... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Isu Etika, Moral dan Pengambilan Keputusan dalam Pelayanan Kebidanan

...berdampak pada perubahan pola pikit\r manusia Masyarakat semakin kritis sehingga terjadi penguatan tuntutan terhadap mutu pelayanan kebidanan. Mutu pelayanan kebidanan yang baik butuh landasan komitmen yang kuat dengan basik etik dan moral yang baik. Dalam praktikkebidanan seringkali bidan dihadapkan pada beberapa permasalahan yang dilematis, artinya pengambilan keputusan yang sulit berkaitan dengan etik. Dilema muncul karena terbentur pada... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 1

Ciri-ciri Profesional Bidan

1. Menurut T. Raka Joni, 1990 adalah sebagai berikut Menguasai visi yang mendasari ketrampilan Mempunyai wawasan filosofi Mempunyai pertimbangan rasional Memiliki sifat yang positif serta mengembangkan mutu kerja 2. Menurut CV. Good Memerlukan persiapan dan pendidikan khusus bagi pelaku Memiliki kecakapan profesional sesuai persyaratan yang telah dibakukan (organisasi profesi, pemerintah) Mendapat pengakuan dari masyarakat dan pemerintah 3.... [...]
Angrainy Rahmayanti, Amd. Keb 0

Syarat Penelitian Kebidanan

1. Sukarela / Voluntary Penelitian harus berifat sukarela/voluntary, tidak ada unsur paksaan atau tekanan secara langsung maupun tidak langsung atau adanya unsur ingin menyenangkan atau adanya ketergantungan. Untuk menjamin kesukarelaan pasien, sebagai objek penelitian, maka diperlukang informed consent. Apabila yang diteliti tidak kompeten mangambil keputusan,misalnya bayi atau anak, orang cacat mental, atau tidak sadar, maka harus mendapat... [...]
1 2